Sejarah Tari Lajur Caping Kalo
September 28, 2026Kudus memiliki beberapa tarian daerah yang mempunyai ciri khas tersendiri. Hal ini yang merepresentasikan seni dan budaya yang ada di Kabupaten Kudus. Salah satunya adalah, Tari Lajur Caping Kalo.
Tari Lajur Caping Kalo merupakan salah satu tarian Khas Kudus yang menggambarkan tentang proses pembuatan Caping Kalo dari awal hingga akhir. Tari ini tercipta atas kolaborasi penciptaan antara Balai Budaya Rejosari dengan Yayasan Karya Bakti Nojorono.
Caping Kalo merupakan ciri Khas penutup kepala perempuan Kudus jaman dahulu yang hingga kini terus dilestarikan keberadaannya. Salah satunya melalui seni Tari Lajur Caping Kalo ini.
Tari Caping kalo diciptakan oleh Kinanti
Sekar Rahina, seorang seniman tari dan koreografer profesional yang berasal
dari Yogyakarta.
Tari Lajur Caping Kalo mengandung
nilai-nilai luhur yang merefleksikan kehidupan masyarakat Kudus, khususnya kaum
perempuan
Gerakan dalam tarian ini mengadaptasi
proses menganyam bambu dan daun rumbia yang rapat serta halus, menyimbolkan
perlunya ketekunan dalam menjalani kehidupan.
Istilah "lajur" mencerminkan
barisan dan kerja bersama, yang menggambarkan semangat gotong royong,
kerukunan, serta sifat guyub masyarakat.
Tarian ini menjadi simbol penghormatan
kepada sosok perempuan Kudus yang anggun, mandiri, namun memiliki keteguhan
hati dalam menjaga warisan budaya.
Tari Lajur Caping Kalo resmi diluncurkan
dan diperkenalkan kepada publik pada tanggal 7 Oktober 2022
Pementasan tarian ini adalah wujud suka
cita serta upaya nyata untuk melestarikan tradisi lokal agar tetap hidup di
tengah perkembangan zaman.”
Itulah sejarah terciptanya Tari Lajur
Caping Kalo yang terus ditampilkan dalam kegiatan budaya yang ada di Kabupaten
Kudus.
Salam Budaya, Salam Pariwisata.....



0 komentar